You are here > Home Berita
Sat 19 Apr 2014
Sambutan Menakertrans RI

SAMBUTAN
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI
PADA UPACARA BENDERA
HARI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA NASIONAL
TANGGAL 12 JANUARI 2009

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semuanya

Yth.

Para Pejabat Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota,
Para Pimpinan APINDO tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota,
Para Pimpinan Serikat Pekerja/Buruh tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota,
Para Pimpinan Perusahaan dan Pekerja di seluruh Indonesia; dan
Para Peserta Upacara serta hadirin yang berbahagia,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke Hadirat Allah SWT , karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada hari yang berbahagia ini, kita dapat menghadiri upacara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Tahun 2009, yang diperingati tiap tanggal 12 Januari.

Upacara pada hari ini, sekaligus pencanangan sebagai awal dimulainya Bulan Gerakan Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (GERNAS K3) tahun 2009, yang diselenggarakan secara serentak di seluruh tanah air.

Tema pokok Bulan GERNAS K3 tahun ini adalah :

“ KITA TERAPKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN MUTU KERJA “

Saudara-saudara yang berbahagia,

Pemasyarakatan K3 melalui Bulan GERNAS K3, telah menjadi tradisi sejak tahun 1984 hingga saat ini. Pada awalnya disebut dengan istilah Bulan Kampanye Nasional K3, dimana prakarsa dan peran aktif dilakukan oleh pemerintah. Pada tahun 1994, Bulan Kampanye Nasional K3 ditingkatkan menjadi Gerakan Nasional Pembudayaan K3, yaitu melalui pembentukan Panitia Nasional Bulan K3, menggerakkan Departemen / Lembaga Pemerintah Non Departemen / Organisasi Kemasyarakatan, dan organisasi profesi secara fungsional sampai di tingkat perusahaan.

Tema pokok Bulan GERNAS K3 tahun 2009 ini dirumuskan secara singkat, tegas dan bermakna implementatif. Kiranya sudah waktunya, kegiatan Bulan K3 mulai tahun ini diarahkan dalam bentuk kegiatan aksi peningkatan efektifitas K3 secara konkret. Kegiatan tersebut dalam bentuk pembenahan pengendalian sumber potensi resiko kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja terkait dengan proses kegiatan yang ada dan teknologi yang digunakan, termasuk kesiapan tanggap darurat.

Bulan Gernas K3 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, partisipasi dan tanggung jawab semua pihak dalam pelaksanaan K3, sehingga tercipta perubahan sikap dan perilaku K3 menjadi budaya di tempat kerja dan masyarakat pada umumnya. Kondisi budaya K3 yang kita inginkan adalah K3 menjadi suatu nilai yang tumbuh dan berkembang, diyakini dan dilaksanakan oleh setiap individu maupun kelompok masyarakat. Pembudayaan K3 perlu dikembangkan secara terus menerus karena K3 mempunyai korelasi erat dengan upaya peningkatan mutu kerja dan produktifitas nasional. Dalam hal ini pelaksanaannya perlu dikoordinasikan dan dikonsolidasikan secara baik dan dinamis, baik di tingkat Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Saudara-Saudara sekalian,

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, saat ini sedang terjadi krisis keuangan dan ekonomi global yang melanda berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Dampak dari krisis tersebut akan sangat berpengaruh pada dunia usaha dan kesempatan kerja, dimana beberapa perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Oleh karenanya dibutuhkan kearifan sosial para pengusaha, untuk mencegah atau mengurangi terjadinya PHK dan mencari cara terbaik dalam menyelesaikan permasalahan, dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan tenaga kerja dan kepentingan perusahaan.

Data kecelakaan kerja pada tahun 2008 dibandingkan pada tahun 2007 telah mengalami penurunan. Meskipun kita telah berhasil mengurangi jumlah kasus kecelakaan , bukan mustahil kecelakaan dapat dicegah atau ditekan sekecil mungkin, apabila kita berupaya secara sungguh-sungguh. Karenanya pada Bulan K3 tahun 2008 yang lalu , saya mencanangkan program revitalisasi pengawasan ketenagakerjaan dengan menetapkan 6 (enam) sasaran pokok , dengan fokus utama menurunkan angka kecelakaan kerja minimal 50 %. Pada Tahun 2009 ini, saya mengharapkan pelaksanaan program revitalisasi dapat terus ditingkatkan , sehingga sasaran revitalisasi tersebut dapat diwujudkan.

Ibu, Bapak dan Hadirin sekalian,

Berdasarkan hasil analisis lebih mendalam terhadap kasus-kasus kecelakaan kerja yang terjadi, ternyata yang paling kritikal adalah pada sektor proyek konstruksi. Pada sektor konstruksi menempati urutan jumlah kecelakaan tertinggi , yaitu sebesar 32 %. Bila dibandingkan terhadap jumlah tenaga kerja yang terserap relatif kecil, yaitu sebanyak 4,5 juta pekerja atau sekitar 5 % dari jumlah pekerja seluruh sektor. Kegiatan sektor konstruksi memang memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan sektor lain. Kegiatan dalam proyek konstruksi sangat komplek, yang melibatkan lintas disiplin keilmuan meliputi arsitek, sipil, mekanikal, elektrikal, tata lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja yang harus terintegrasi mulai dari perencanaan.

Konsep pembangunan gedung di berbagai kota , Para Pengembang membangun kawasan hunian super blok terpadu “One Stop Living” yang menawarkan fasilitas lengkap dan modern, dengan didukung sarana perbelanjaan, sentra bisnis, rekreasi, entertainment, dan fasilitas umum lainnya yang lengkap terintegrasi dalam high-risk building. Dengan fenomena seperti ini, masalah K3 harus dicermati secara seksama, mencakup seluruh tahapan mulai dari proyek konstruksi, pengoperasian, pemeliharaan dan pembongkaran. Penerapan K3 harus menjadi prasyarat utama, terencana, terdokumentasi dan dikelola melalui sistem manajemen K3 yang terintegrasi, serta dibarengi dengan sikap perilaku masyarakat yang memahami “SAFETY”.

Safety filosofinya adalah lebih luas cakupannya dalam menjamin Keselamatan Total dari segala risiko yang mungkin terjadi, yang sasarannya meliputi Keselamatan Kerja, Kesehatan Kerja dan Keselamatan Umum (Life Safety, Property Safety dan Environmental Safety).

Peran terbesar dalam usaha perubahan paradigma K3 konstruksi , adalah pihak pemilik proyek atau pemberi kerja. Sebagian besar kegiatan konstruksi “the biggest owner”, adalah proyek pembangunan yang dibiayai melalui anggaran APBN atau APBD. Karenanya proyek-proyek konstruksi yang didanai melalui APBN atau APBD harus sebagai teladan dalam penerapan sistem manajemen K3, antara lain mensyaratkan penilaian konsepsi sistem K3 sebagai salah satu aspek yang memiliki bobot yang besar dalam proses evaluasi pemilihan penyedia jasa dan menyediakan alokasi anggaran K3 secara proporsional.

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI telah dan terus berupaya untuk melakukan pengawasan dan penegakan hukum serta mendorong kesadaran pimpinan perusahaan dan tenaga kerja melakukan peningkatan terhadap pemenuhan syarat-syarat K3 melalui berbagai program dan kegiatan K3.

Saudara-saudara yang berbahagia,

Sekali lagi saya tegaskan Bulan Gernas K3 tahun ini agar lebih bersifat implementatif dan ditindaklanjuti sepanjang tahun 2009 menjadi Gerakan Nasional. Penegakan Pelaksanaan Norma K3 di semua sektor, dengan sektor konstruksi sebagai sektor yang membutuhkan perhatian khusus.

Sejalan dengan kebijakan revitalisasi pengawasan untuk menekan angka kecelakaan 50 % dan menyadari bahwa pada sektor konstruksi merupakan penyumbang kecelakaan terbesar , oleh sebab itu tahun 2009 ini dijadikan momentum yang baik sebagai “ Tahun K3 Sektor Konstruksi ”.

Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan dan pada kesempatan ini saya mengajak Saudara Gubernur / Bupat i/ Walikota serta pimpinan perusahaan agar dapat menggerakkan pelaksanaan Bulan Gernas K3 di tempatnya masing-masing, sehingga sasaran Bulan Gernas K3 tercapai secara optimal.

Kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan Bulan Gernas Keselamatan dan Kesehatan Kerja, saya sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Akhir kata marilah kita memohon bimbingan dan perlindungan kepada Tuhan YME, kiranya Bulan Gerakan Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tahun 2009 dapat terselenggara sesuai dengan rencana dan semoga apa yang kita kerjakan berguna bagi nusa dan bangsa.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Menteri
Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
Republik Indonesia
Ttd
Dr. Ir. Erman Suparno, MBA, M.Si.
 


Menu Lain

Quick Link

 

Data Pengunjung

Kami punya 19 tamu online
DINAS TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN
PROVINSI JAWA TIMUR
Jl. Dukuh Menanggal 124-126 - Surabaya
Telp./Fax. : 031-8284078, 8280254
E-Mail : disnakerprovjatim@yahoo.com
- Sebaiknya Menggunakan Browser Mozilla Firefox Dengan Resolusi 1280 x 1024 -