You are here > Home Berita Arsip Berita
Tue 21 Oct 2014
Pengembangan Instruktur Pelatihan Kerja Menuju Sertifikasi Kompetensi Cetak
Selasa, 13 April 2010 08:36
Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat dan hal tersebut berakibat mening–katnya tuntutan pasar kerja global, maka Indonesia menghadapi tantangan untuk menyediakan tenaga kerja yang kompeten, profesional dan produktif untuk menghadapi tantangan tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan kerja dan pengembangan di tempat kerja.
Dalam penyelenggaraan pelatihan kerja diperlukan tersedianya Sumber Daya pelatihan yang meliputi program pelatihan, Instruktur, Fasilitas, Sistem, Metode serta pembiayaan dari lima unsur tersebut Ins–truktur mempunyai peran yang sangat menentukan dalam keberhasilan suatu pelatihan.
Namun kondisi instruktur saat ini sebagian besar belum menjalankan fungsinya secara profesional dengan memiliki sertifikat kompetensi , hal ini disebabkan mekanisme untuk mencapainya masih belum jelas dan dimiliki instruktur secara benar. Dalam dunia industry tuntutan kompetensi pada seseorang harus mempunyai kemampuan , Pengembangan, Sistem Industri, Pengembangan dan validasi desain produk/jasa baru, Produk/jasa dan verivikasi tindakan perbaikan.
Profesi seorang instruktur merupakan tuntutan yang tidak boleh dihindari, karena keberadaan lembaga pelatihan yang mempunyai standart kompetensi keterampilan Instruktur merupakan jaminan kualitas keterampilan yang dihasilkan pada siswanya, dan harus mampu mempunyai daya saing tinggi dalam proses pelatihan yang selama ini mengacu pada program konvensional yang belum biasa memenuhi kebutuhan industri. Adapun perbedaan pelatihan konvensional dengan CBT (Competency Based Training), sbb :
PELATIHAN KONVENSIONAL
* Orientasi pada kurikulum
* Fokus pada materi & Jam Pelatihan
* Pendekatan Belajar Kelompok
* Penilaian ditekankan penguasaaan mata pelajaran pada akhir pelatihan
* Hasil penilaian berupa nilai-nilai
CBT (Competency Based Training)
* Orientasi Pada Standart Kompetensi
* Fokus Pada Penguasaan Kompetensi
* Pendekatan Belajar Individu
* Penilaian Ditekankan Pada Penguasaan Kompetensi Selama Proses Pelatihan
* Hasil Penilaian Kompeten atau Belum Kompeten
Manajemen lembaga pelatihan kerja mempunyai peranan penting bagi instruktur untuk pengembangan menuju professional, maka lembaga pelatihan tersebut harus mempunyai Standart Diklat antara lain :Standart Kelulusan, Isi (Kurikulum/Silabus/Modul), proses (Methode), Asesment (Penilaian), Pengajar/Pelatih, Fasilitas dan Sarana, Manajemen dan Biaya.      Instruktur sebagai pelaksana proses penciptaan tenaga kerja yang kompeten dan profesional maka harus banyak memahami kondisi tenaga kerja saat ini bahwa tenaga kerja kita memiliki daya saing yang sangat rendah dan ini disebabkan karena tidak dimilikinya kompetensi yang diinginkan oleh pengguna tenaga kerja (dunia usaha).
Sebagaimana kebijakan yang tertuang dalam Prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Tahun 2010 – 2014  mengenai Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Tenaga Kerja maka Instruktur diharapkan mampu ber–benah diri dengan menambah ilmu penge–tahuan maupun keahlian dan keterampilan sesuai dengan bidang masing-masing sehingga Instruktur dapat meningkatkan profesionalismenya dan dapat membantu pencapaian program-program penciptaan tenaga kerja yang berkualitas dan kompenten.
Dengan terciptanya tenaga kerja yang berkualitas dan kompeten maka diharapkan tidak hanya dapat terpenuhinya kesesuaian kompetensi yang dimiliki tenaga kerja dengan kebutuhan pengguna tetapi juga dapat memenuhi harapan pengguna dalam menekan biaya pelatihan diperusahaannya.
Standar Kompetensi telah ditetapkan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Trans–migrasi Republik Indonesia sebagaimana disampaikan pada berbagai kesempatan oleh Menakertrans RI bahwa Indonesia memiliki 120 jenis kompetensi tenaga kerja dan standart kerja yang harus dipenuhi oleh setiap pekerja baik disektor formal maupun informal.
Dalam rangka pengembangan kompe–tensi tenaga kerja dibutuhkan selain standar kompetensi yang jelas, lembaga sertifikasi kompetensi profesi yang mempunyai kapasitas dan kredibilitas tetapi juga dibu–tuhkan lembaga pelatihan yang mempunyai visi dan misi yang seiring dengan arah kebijakan ketenagakerjaan nasional dimana ditunjang oleh adanya Instruktur yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadai, metode pengajaran yang jelas serta manajemen pengelolaan baik.
Lembaga pelatihan pemerintah (UPT Pelatihan Kerja) merupakan penggerak terdepan didalam menjalankan program-program kegiatan pelatihan untuk melatih tenaga kerja yang kompeten dan produktif sehingga mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.  Pengembangan kompetensi merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas tenaga kerja dan lembaga pelatihan harus menjadi penguat kompetensi  dan pengembangan produk–tivitas tenaga kerja. Lembaga Pelatihan yang ada mau tidak mau harus bersinergi dengan Lembaga Pendidikan dalam rangka link and match untuk mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi yang disesuaikan de–ngan kebutuhan dunia usaha dan pasar kerja. Selama ini banyak kesempatan atau lo–wongan kerja yang tersedia tidak dapat diisi oleh lulusan pendidikan dan pencari kerja dan ini dikarenakan ketidaksesuaian kompetensi dan keahlian angkatan kerja dengan pasar kerja, untuk mengetahui alur pikir pengem–bangan SDM Berbasis Kompetensi dapat dilihat skema pada gambar di samping.       
Dengan berperannya Instruktur latihan kerja dalam menentukan eksistensi UPT Pelatihan Kerja yang mempunyai program-program pelatihan mengacu kepada Standart Kompetensi Kerja Nasional maka keberadaan UPT-PK dapat berperan untuk menghasilkan Tenaga Kerja terampil dan kompeten baik untuk penempatan di dalam Negeri maupun luar Negeri, sehingga peranan Instruktur Pelatihan Kerja sangat penting untuk menentukan program-program pela–tihan berbasis kompetensi. (penulis adalah Kepala UPT Pelatihan Kerja Mojokerto).
 

Menu Lain

Quick Link

 

Data Pengunjung

Kami punya 57 tamu online
DINAS TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN
PROVINSI JAWA TIMUR
Jl. Dukuh Menanggal 124-126 - Surabaya
Telp./Fax. : 031-8284078, 8280254
E-Mail : disnakerprovjatim@yahoo.com
- Sebaiknya Menggunakan Browser Mozilla Firefox Dengan Resolusi 1280 x 1024 -