You are here > Home Berita Artikel Ketenagakerjaan Penempatan TKI Formal Profesional
Tue 21 Oct 2014
Penempatan TKI Formal Profesional
Penempatan TKI formal ke luar negeri digenjot untuk mengejar target proporsi seimbang dalam penempatan TKI ke luar negeri. Gubernur Jatim melakukan serangkaian kegiatan promosi dan kerjasama, saat berkunjung ke Jepang, Belgia dan Perancis.
Penempatan TKI formal saat ini masih di bawah 30 persen, dari sekitar 6 juta TKI yang tersebar di berbagai negara. Sebagian besar program penempatan TKI melalui PPTKIS adalah penatalaksana rumah tangga, pengasuh anak, atau perawat orangtua. Sedangkan penempatan TKI di sektor industri atau jasa lebih banyak kecil, di luar perorangan yang bekerja dengan kemampuan dan usaha sendiri.

Penempatan TKI formal asal Jatim sebagian besar ke Malaysia, terutama di sektor industri manufaktur di antaranya pabrik elektronik dan tekstil. Sebelumnya sejumlah industri di Brunai Darussalam juga menjadi tujuan penempatan, namun belakangan mengecil karena berbagai sebab. Sementara penempatan di Jepang hanya melalui program magang ke Jepang oleh Kemenakertrans, perawat melalui BNP2TKI, dan ke sektor industri di Korsel melalui BNP2TKI dalam program kerjasama antar pemerintah Indonesia-Korsel.

Untuk meningkatkan penempatan TKI formal ke luar negeri, Gubernur Jatim melakukan kunjungan kerja ke Jepang, Belgia dan Prancis akhir Juni silam. Dalam kunjungan ke Jepang, Gubernur Jatim Soekarwo bertemu dengan Gubernur Osaka Jepang Toru Hashimoto. Kedua provinsi ini memang sejak 1984 sudah menjalin sister province. Dalam kesempatan ini, ditandatangani kerjasama antara Dinas Tenaga Kerja, Transmi–grasi dan Kependudukan Jatim dengan Jaya Indonesia Co Ltd dari Prefektur Shimane dalam hal kerjasama pengem–bangan SDM di bidang kelautan dan perikanan.

Penempatan TKI formal professional seebnarnya juga dilakukan oleh PPTKIS di Jatim, di antaranya PT Perwita Nusaraya. Setelah menempatkan 10 orang ke perusahaan pengolahan air laut di Fujairoh UEA, perusahaan itu kembali memfasilitasi rekrutmen calon TKI ke Shuweihat S2 Operation and Maintanence Abu Dhabi. Sebagian besar peserta rekrutmen adalah pekerja di perusahaan kelistrikan, misalnya PLTU Paiton dan PLTU Tanjungjati, yang ingin meningkatkan pendapatan dan pengalaman di luar negeri. ‘’Peluang TKI professional cukup banyak, tapi persyaratannya memang cukup berat,”kata Murtiningsih, Dirut PT Perwita Nusaraya.

Sebenarnya potensi penempatan TKI formal juga cukup besar di kapal pesiar. Kepala Bidang Industri pada International Hotel Management School (HIS) Solo, Laksana Ganda Gunawan, di depan peserta Rapat Koordinasi Regional (Rakoreg) BNP2TKI Wilayah Tengan di Solo mengatakan, perusahaan kapal pesiar sejatinya cukup banyak yang meminati TKI. HIS sendiri sudah melatih ribuan calon TKI berikut menyalurkannya pada perusahaan-perusahaan kapal pesiar itu. Ada 150 perusahaan kapal pesiar, yang sedikitnya masing-masing perusahaan memiliki 10 unit kapal. Di Indonseia, dalam setahun ada 200 kali kapal pesiar yang sandar di sekitar Laut Jawa, seperti di Semarang, Madura, dan kawasan Laut Jawa lainnya. Adapun bidang pekerjaan yang dibutuhkan di antaranya, tukang kayu, penjahit, juru masak, dan clening servis. Gajinya pun cukup tinggi minimal US $ 900 per bulan.

Di Jerman, kebutuhan TKI formal juga cukup besar. Dubes RI Berlin, Eddy Pra–tomo memaparkan sejak Januari 2009, Jerman mengeluarkan kebijakan bagi tenaga kerja asing yang terampil dan berkualifikasi tinggi mengisi kesempatan bekerja dalam jangka waktu menengah antara empat hingga lima tahun dan jangka panjang dari lima hingga 10 tahun di berbagai sektor seperti medis, tenaga kerja kesehatan dan teknologi informatika.

Rata-rata tenaga kerja profesional Indonesia di Jerman saat ini adalah alumni universitas Jerman, dan mereka berkiprah di berbagai bidang spesialisasi seperti di bidang penelitian atau kedokteran yang memperoleh pengakuan tinggi di Jerman. TKI yang bekerja di Hamburg dan sekitarnya disukai pemberi kerja karena produktivitasnya termasuk tinggi dan jarang melakukan pelanggaran.

Sedangkan di Jepang sendiri, kebutuhan TKI perawat juga cukup besar. Shibata, Direktur Eksekutif JIAEC mengakui masyarakat Jepang sangat menyukai para perawat Indonesia jika dibangingkan perawat lain seperti Filipina."Mereka profesional, menyayangi pasien layaknya orang tuanya sendiri,"jelasnya. Program penempatan TKI kesehatan selain telah meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, juga telah mendekatkan hubungan persahabatan antara warga Jepang dengan Indonesia.
 

Menu Lain

Quick Link

 

Data Pengunjung

Kami punya 39 tamu online
DINAS TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN
PROVINSI JAWA TIMUR
Jl. Dukuh Menanggal 124-126 - Surabaya
Telp./Fax. : 031-8284078, 8280254
E-Mail : disnakerprovjatim@yahoo.com
- Sebaiknya Menggunakan Browser Mozilla Firefox Dengan Resolusi 1280 x 1024 -