Welcome to Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Prov. Jawa Timur You are here > Home
Tue 02 Sep 2014

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Prov. Jawa Timur

Kadin Jatim Optimistis UKM Siap Hadapi AEC 2015

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur optimistis kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sanggup menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau “ASEAN Economic Community/AEC” pada tahun 2015.

“Keoptimisan ini karena perkembangan bisnis UMKM khususnya di Jatim kini banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang UMKM, M Rizal dihubungi di Surabaya, Jumat (11/4).

Selengkapnya...
 
 

Perlunya Pendayagunaan Tenaga Kerja Asing Untuk Tingkatkan SDM Indonesia

A.Latar Belakang

Kondisi ketenagakerjaaan di Indonesia mulai menunjukkan perbaikan dalam hal jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk bekerja dan penurunan tingkat pengangguran. Hal ini dilihat walau jumlah angkatan kerja dari tahun 2011 s/d 2012 mengalami peningkatan, namun dalam kurun waktu 1 (satu) tahun ini terjadi penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 0,45%. Namun dalam hal lapangan kerja, mayoritas masih dikontribusikan dari sektor pertanian, perdagangan, jasa kemasyarakatan dan sektor industri yang menjadi konstributor terbesar penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Kesempatan kerja yang belum merata di tiap kategori lapangan usaha menjadi masalah ketenagakerjaan walaupun masalah pengangguran tetap menjadi perhatian walaupun telah mengalami penurunan tiap tahunnya.

Selengkapnya...
 

SDM Indonesia Masih Minim Skill (AEC Liberalisasi Pasar Tenaga Kerja 12 Sektor)

Jakarta, Jawa Pos Kamis, 27 Maret 2014.
Integrasi ekonomi dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community (AEC) mulai tahun 2015 menawarkan banyak peluang sekaligus tantangan. Salah satu kompetisi ketat yang harus dihadapi Indonesia adalah pasar tenaga kerja.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahmana mengatakan dalam pelaksanaan AEC tahun depan, ASEAN sudah sepakat meliberalisasi pasar tenaga kerja di 12 sektor usaha. “ itu berarti atas tujuh sector perdagangan danindustry serta lima sector jasa (26/3). Armida mengakui, tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM) Indonesia di 12 sektor tersebut masih memiliki kelemahan karena kurangnya ketrampilan atau skill. Apalagi, ada delapan bidang yang sudah masuk Mutual Recognition Arrangements (MRAs), yakni jabatan Insinyur, perawat, surveyor, arsitek, tenaga pariwisata, praktisi medis, dokter gigi dan akuntan.” Artinya sector-sektor tersebut akan disertifikasi kompetensi tenaga kerjanya untuk bisa masuk ke Negara-negara ASEAN, “ katanya.

Selengkapnya...
 
 

AEC Diyakini Dorong Pertumbuhan Wisata di Atas 10 Persen

Tanggal: 20-03-2014
ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlaku efektif di akhir tahun 2015 berpotensi mendorong pertumbuhan jumlah wisatawan ke Indonesia yang kini masih sekitar 9% per tahun menjadi di atas 10%.“Dengan  diberlakukannya MEA, akan terjadi peningkatan pergerakan manusia di wilayah ASEAN, yang berarti bahwa jumlah wisatawan ke Indonesia dari negara-negara ASEAN akan meningkat juga. ”, kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, Kamis (20/3).

Apalagi dengan adanya rencana pemberlakuan Common Visa untuk ASEAN, dikatakan Menparekraf  akan sangat memudahkan warga asing dari luar ASEAN masuk ke Indonesia, termasuk melalui hubungan hubungan lain seperti Singapura atau Bangkok, maka pihaknya optimistis bahwa akan terjadi akselerasi pariwisata Indonesia.Lebih lanjut dikatakan Menparekraf, terdapat banyak peluang yang dapat diambil dari integrasi perekonomian ASEAN melalui MEA, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selengkapnya...
 

Hadapi AEC 2015, Muhaimin Optimalkan Peran 265 Balai Latihan Kerja

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengoptimalkan fasilitas dan program-program pelatihan kerja yang tersedia di balai-balai latihan kerja (BLK) di seluruh Indonesia untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran di pusat dan daerah. “Kita terus mendorong BLK-BLK menjadi pusat pelatihan kerja dan peningkatan SDM Indonesia.Peningkatan keterampilan dan kompetensi kerja para pencari kerja dan pengangguran mempercepat pengurangan angka pengangguran,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar seusai meresmikan.BLK Pasuruan dan Kios 3 in 1 di Pasuruan, Jawa Timur pada Jumat (7/3/2014).

Hadir dalam kesempatan ini Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Dirjen Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnakertrans Khairul Anwar beserta pejabat dari instansi terkait. Muhaimin mengatakan, agar lebih optimal dalam mengurangi angka pengangguran, BLK-BLK di pusat dan daerah harus bersifat fleksibel dan dinamis sehingga bisa mengikuti kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar industri melalui program-program pelatihan kerja yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada pasar kerja lokal, nasional, dan internasional. Berdasarkan data Kemenakertrans, saat ini terdapat 13 BLK UPTP (Unit Pelayanan Teknis Pusat) milik Kemenakertrans dan 252 BLK UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) milik pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Sementara itu, jumlah instruktur mencapai 3.132 orang.

Selengkapnya...
 
 

Halaman 9 dari 42

MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaTerakhir

Menu Lain

Quick Link

 

Data Pengunjung

Kami punya 42 tamu online
DINAS TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN
PROVINSI JAWA TIMUR
Jl. Dukuh Menanggal 124-126 - Surabaya
Telp./Fax. : 031-8284078, 8280254
E-Mail : disnakerprovjatim@yahoo.com
- Sebaiknya Menggunakan Browser Mozilla Firefox Dengan Resolusi 1280 x 1024 -