SEJARAH

Saat ini, jumlah UPT Pelatihan Kerja di lingkungan Disnakertransduk Prov. Jatim sebanyak 16 buah, yang tersebar di ibukota Provinsi dan Kab./Kota di jatim. Ke-16 UPT Pelatihan Kerja tersebut dibangun dan dikembangkan dalam periode yang berbeda, walaupun jenis pelatihan dan fasilitas yang dimiliki relatif sama. Pembangunan UPT Pelatihan Kerja di Jatim diawali dengan berdirinya Pusat Latihan Kerja (PLK) Singosari dan PLK Wonojati di Malang pada tahun 1950-an, bersamaan dengan 6 PLK lain di Indonesia. PLK Singosari dikhususkan untuk keterampilan industri (kejuruan bangunan, radio, listrik) sedangkan PLK Wonojati pada bidang pertanian. Fasilitas pelatihan PLK Singosari diperoleh dari bantuan Pemerintah Belanda.

Pada tahun 1979, Pemerintah membangunan lagi 17 buah Pusat Latihan Kerja baru, satu diantaranya adalah PLK Surabaya, dengan dana Bank Dunia (IBRD). Pada tahun tersebut sudah dimulai pengembangan pelatihan keliling atau Mobile Training Unit (MTU). Dua tahun kemudian yaitu tahun 1981-1985, secara serentak dibangun 120 buah Balai latihan Kerja (BLK) di Indonesia. 16 buah diantaranya adalah BLK tipe B dan sisanya adalah Lola Latihan Kerja (LLK). Saat itu Provinsi Jatim mendapatkan 1 buah BLK tipe B yakni BLK Sumenep dan 13 buah LLK yang dibangun di Nganjuk, Tuban, Tulungagung, Kediri, Madiun, Ponorogo, Bojonegoro, Pasuruan, Jember, dan Situbondo. Jenis keterampilan dan fasilitas pelatihanpun dalam paket yang sama.

Pembangunan BLK baru kemudian berhenti hingga era Otonomi Daerah bergulir sampai dengan sekarang. Pemerintah Jatim yang melaksanakan tugas dekonsentrasi di bidang ketenagakerjaan kemudian menaikkan status eselonisasi jabatan kepala BLK maupun LLK menjadi eselon III dan menambah sejumlah mesin/peralatan pelatihan. Kini, BLK berubah sebutan menjadi UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pelatihan Kerja.
 

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Sesuai dengan Peraturan Gubernur Jatim Nomor 122 Tahun 2008 tentang Organisasi dan tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Disnakertransduk Prov. Jatim, tugas pokok UPT Pelatihan Kerja adalah melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam pelatihan keterampilan, pengetahuan dan ketatausahaan serta pelayanan masyarakat.

Sedangkan fungsi UPT Pelatihan Kerja adalah :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Penyusunan rencana dan pelaksanaan kegiatan pelatihan serta kerjasama pelatihan;
Pelayanan dan penyebarluasan informasi bidang pelatihan;
Penyiapan metode, kurikulum, jadwal dan alat peraga pelatihan;
Pelaksanaan pemasaran program pelatihan hasil produksi dan jasa;
Pelaksanaan pelatihan dan uji keterampilan/kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja;
Pendayagunaan fasilitas pelatihan;
Pelaksanaan ketatausahaan dan pelayanan masyarakat;
Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas.

 

SASARAN PELATIHAN

Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, sejak tahun 2001 pelaksanaan pelatihan di UPT Pelatihan Kerja dilakukan berdasarkan Trilogi Pelatihan, yakni :

1.

Latihan kerja harus sesuai dengan kebutuhan pasar kerja/kesempatan kerja;

2.

Latihan kerja harus senantiasa mengikuti perkembangan dan kemajuan iptek;

3.

Latihan kerja merupakan kegiatan yang bersifat terpadu, baik dalam pengertian proses (kaitan antara latihan, pendidikan dan pengembangan) maupun implementasinya (keterpaduan antara Disnaker dan stakeholder terkait).

 

Sedangkan sasaran pelatihan di UPT Pelatihan Kerja adalah :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8

Pencari kerja;
Tenaga kerja yang sudah bekerja;
Calon wirausaha;
Tenaga kerja purna tugas;
Masyarakat;
Peserta Pendidikan Sistem Ganda (PSG);
Peserta program life skill pendidikan formal;
Peserta community development BUMN dan swasta.

 

LINGKUP PELAYANAN

Sebagai lembaga pelayanan publik di bidang pelatihan, UPT Pelatihan Kerja memberikan jasa kepada masyarakat berupa :

1.

Pelatihan untuk pencari kerja :

 

-

Untuk calon tenaga kerja kejuruan industri, yang akan disiapkan agar memiliki sikap mental di bidang industri (di UPT Pelatihan Kerja Surabaya, Singosari, Jember, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Tuban, Nganjuk).

 

-

Pencari kerja di bidang industri kecil dan menengah, yang akan disiapkan untuk memiliki keterampilan, pengetahuan dan sikap mental di bidang industri menengah dan kecil (di UPT Pelatihan Kerja Bojonegoro, Sumenep, Situbondo, Kediri, Madiun, Tulungagung, Ponorogo).

2.

Pelatihan persiapan wirausaha :

 

-

Pelatihan untuk membuka bengkel motor, mobil, servis AC/TV, meubelair, menjahit dan las (di UPT Pelatihan Kerja Singosari, Surabaya, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Kediri, Tulungagung, Bojonegoro, Tuban, Pasuruan, Jember, Situbondo, Sumenep).

 

-

Pelatihan usaha mandiri dalam bidang prosesing hasil pertanian (di UPT Pelatihan Kerja PPTKLN Wonojati, UPT Pelatihan Kerja Nganjuk).

3.

Pelatihan instruktur, manajer, pengelola lembaga pelatihan, dan sertifikasi (di UPT Pelatihan Kerja Surabaya).

4.

Sertifikasi tenaga kerja pertanian dan uji kompetensi calon TKI ke luar negeri (di UPT PPTKLN Wonojati).

5.

Pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas tenaga kerja di bidang industri (di UPT Pelatihan Kerja Singosari, Surabaya).

6.

Pelatihan dalam rangka Pendidikan Sistem Ganda siswa SMK/SMA.

7.

Pelatihan dalam rangka community development dari perusahaan BUMN dan swasta;

8.

Pelatihan khusus yang diselenggarakan oleh dinas/instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kab./Kota.

9.

Kerjasama pendidikan dan pelatihan khusus dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan tenaga kerja skill menengah.

 

KEJURUAN

Terdapat 7 kejuruan yang dilayani oleh UPT Pelatihan Kerja di Jatim :

1.

Kejuruan Teknologi Mekanik, dengan subkejuruan : Wikel, Mesin Logam, Mesin Listrik, Las Karbit, Las Listrik, Pneumatik, Kerja Plat, Auto Cad, Bubut CNC, Las TIG, Pipe Fitter.

2.

Kejuruan Otomotif, dengan subkejuruan : Mobil Bensin, Mobil Diesel, Sepeda Motor, Body Repair.

3.

Kejuruan Listrik, dengan subkejuruan : Televisi, Radio, Instalasi Tenaga, Instalasi Penerangan, AC, PLC, Teknisi Komputer, Elektro Industri, Listrik Rumah Tangga, Mesin Listrik, Elektronika Terapan.

4.

Kejuruan Bangunan, dengan subkejuruan : Konstruksi Kayu, Konstruksi Batu, Konstruksi Pembesian, Meubelair (kayu dan rotan), Gambar Teknik, Surveyor, Konstruksi Aluminium.

5.

Kejuruan Tata Niaga, dengan subkejuruan : Perhotelan, Sekretaris, Komputer, Administrasi Perkantoran, Bahasa Inggris, Bahasa Korea, Tata Boga.

6.

Aneka Kejuruan, dengan subkejuruan : Menjahit, Bordir/Menyulam, Anyaman, Ukir Kayu, Tata Rias/Salon Kecantikan.

7

Kejuruan Pertanian, dengan subkejuruan : Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Prosesing, Mekanisasi Pertanian, Perikanan, Peternakan Umum, Ternak Unggas, Mixed Farming, Pengolahan Hasil Pertanian.

 

PROGRAM
 

1.

Pelatihan Institusional : Pelatihan yang dilaksanakan di UPT Pelatihan Kerja yang dibiayai oleh Pemerintah melalui APBN dan APBD.

2.

Pelatihan Non-Institusional : Pelatihan keterampilan tunggal (single skill), dimana pelaksanaannya dilakukan di daerah yang membutuhkan pelatihan dengan menggunakan Mobile Training.

3.

Pelatihan Pemagangan : dilakukan untuk memperoleh pelatihan multiskill di lingkungan kerja nyata pada perusahaan. Pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap dan disesuaikan dengan kejuruannya.

4.

Pelatihan Swadana/Pihak-III : pelatihan berbagai kejuruan sesuai dengan permintaan pihak ketiga, baik perusahaan atau instansi pemerintah, untuk meningkatkan keterampilan pekerjanya.

5.

Pelatihan Teknisi : merupakan kerjasama antara UPT Pelatihan Kerja dengan perguruan tinggi yang setara dengan D3 atau Politeknik. Pelatihan ini dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja berkeahlian tinggi dengan sertifikat Diploma III di setiap tingkat uji keterampilannya.

6.

Pengembangan Instruktur : untuk menjawab kebutuhan UPT Pelatihan Kerja akan Instruktur yang berkualifikasi standar sehingga perlu dilakukan pengembangan serta penambahan Instruktur baru. Pengembangan Instruktur diarahkan menuju ke sertifikasi profesi dan peningkatan kemampuan akademik, disiplin dan etos kerja.

 

PENGEMBANGAN FUNGSI

Seiring dengan kemajuan masyarakat dan iptek, UPT Pelatihan Kerja secara terus-menerus melakukan pengembangan fungsi dalam uji kompetensi dan penempatan melalui bursa kerja khusus.

-

Tempat Uji Kompetensi, dilakukan untuk mengantisipasi tuntutan dunia industri yang menghendaki lulusa sesuai dengan kebutuhan syarat kerja di perusahaan;

-

Bursa Kerja Khusus, dilakukan untuk memenuhi trilogi pelatihan, karena tidak mungkin lagi UPT Pelatihan Kerja hanya melatih tanpa memikirkan bagaimana lulusan ditempatkan. Bursa kerja ini diharapkan menjadi wadah kerjasama antara perusahaan dengan lembaga pelatihan.

 

SARANA - PRASARANA

Untuk mendukung kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, masing-masing UPT Pelatihan Kerja dilengkapi dengan sarana-prasarana pendukung pelatihan seperti ruang kelas, bengkel praktek, laboratorium bahasa, kebun/kolam praktek, mobil pelatihan keliling, dan asrama pelatihan. Sedangkan peralatan pelatihan yang tersedia dibedakan berdasarkan kejuruan atau rumpun kejuruan, yakni :

1.

Teknologi Mekanik/Pneumatik : mesin rekayasa penumatik, mesin pemeliharaan penumatik, desain kontrol penumatik, elektro penumatik, program logic control.

2.

Tata Niaga : mesin ketik manual, mesin ketik elektronik, komputer, peralatan laboratorium bahasa, mesin stensil, bar mini, spring bed, kitchen set, wash tub, stationery, troly, kursi pantry, hair dryer, lemari rias.

3.

Aneka Kejuruan : mesin jahit, mesin obras, peralatan ukir kayu, peralatan ukir logam, peralatan anyam-anyaman.

4.

Otomotif : peralatan sepeda motor, motor bensin trainer, motor diesel trainer, wheel balance, mesin colter, diesel pump, traner kelistrikan otomotif dan sepeda motor, test nozel, injection test, smoke meter, electrical fuel injection, engine analiser, engine tuner, fuel injection.

5.

Listrik : AC control, refrigerator, function generator, TV BW/TV colour, HF signal generator, AF signal generator, RF generator, frequency counter, macam-macam sensor, PLC, micro controler, trainer elektro industri, laboratorium elektrik, laboratorium fisika, trainer elektro komunikasi.

6.

Teknologi Mekanik : mesin bubut, mesin frais, mesin skrap, CNC, las listrik/SMAW, las GTW dan GMAW, las plastik, boiler, laser cutting, cad cam, universal milling, screw pipe plumbing.

7.

Bangunan : peralatan gambar bangunan, gambar teknik, peralatan batu, peralatan kayu, peralatan meubelair, wood processing, mesin molen, auto single planner, brech serculer saw, thinkness planner, sanding machine, surface planner, wide belt standard, copy reuter, kiln dry, moulding.

8.

Pertanian : peralatan processing, traktor, harner mill, alat ukur, mesin tetas, facuum fraying, mixer makanan ternak, rice huller.