You are here > Home Articles - Ketenagakerjaan
Wed 23 Apr 2014
Ketenagakerjaan


Tahun 2013, Penempatan TKI Formal Asal Jatim Naik 4.64%

Demikian, laporan akhir tahun 2013 yang diterbitkan oleh UPT P3TKI (Unit Pelayanan Teknis-Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Disnakertransduk Prov. Jatim. Tahun 2012 jumlah penempatan TKI Formal asal Jatim sebesar 30.85% dari total penempatan sebanyak 68.003 orang. Di tahun 2013, penempatan TKI Formal naik 4.64% menjadi 35.49% dari seluruh total penempatan TKI sebanyak 52.571 orang. Secara keseluruhan total penempatan TKI tahun 2013 yang diberangkatkan dari embarkasi bandara Djuanda memang menurun 22.69% dari sebanyak 68.003 orang menjadi 52.571 orang. Sumber dari UPT P3TKI menyampaikan bahwa sumbangan sektor formal TKI terbanyak dari pekerjaan sebagai operator produksi, tenaga konstruksi, perkebunan, pengemudi dan pekerjaan di kapal. Penempatan TKI sektor sebagai pekerja rumah tangga secara umum masih tetap terbanyak, walaupun secara bertahap sektor pekerjaan ini diarahkan sebagai pekerja non formal profesional yang memiliki sertifikasi dan ketrampilan khusus seperti tenaga babysitter, caregiver, cooker, laundry dan hausekeeper dengan harapan akan menjadi profesi yang diakui sebagai pekerjaan formal serta mendapat perlindungan yang optimal.

Total remitansi yang dikirim TKI ke daerah di Jawa Timur yang didata selama tahun 2013 sebanyak 3.101 Trilyun rupiah. Jika dibanding tahun 2012, jumlah remitansi tersebut turun sebanyak 23.48%. 3 (tiga) Negara terbanyak penerima TKI asal Jatim adalah Hongkong ( 14.707 orang), Taiwan (11.934 orang) dan Malaysia (11.502 orang). Sedang 3 (tiga) daerah terbanyak asal TKI Jatim adalah Malang Kab (5.823 orang), Blitar Kab (5.179 orang) dan Ponorogo (5.151 orang).

Selengkapnya...
 
Kadin Jatim Optimistis UKM Siap Hadapi AEC 2015

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur optimistis kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sanggup menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau “ASEAN Economic Community/AEC” pada tahun 2015.

“Keoptimisan ini karena perkembangan bisnis UMKM khususnya di Jatim kini banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang UMKM, M Rizal dihubungi di Surabaya, Jumat (11/4).

Selengkapnya...
 
Perlunya Pendayagunaan Tenaga Kerja Asing Untuk Tingkatkan SDM Indonesia

A.Latar Belakang

Kondisi ketenagakerjaaan di Indonesia mulai menunjukkan perbaikan dalam hal jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk bekerja dan penurunan tingkat pengangguran. Hal ini dilihat walau jumlah angkatan kerja dari tahun 2011 s/d 2012 mengalami peningkatan, namun dalam kurun waktu 1 (satu) tahun ini terjadi penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 0,45%. Namun dalam hal lapangan kerja, mayoritas masih dikontribusikan dari sektor pertanian, perdagangan, jasa kemasyarakatan dan sektor industri yang menjadi konstributor terbesar penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Kesempatan kerja yang belum merata di tiap kategori lapangan usaha menjadi masalah ketenagakerjaan walaupun masalah pengangguran tetap menjadi perhatian walaupun telah mengalami penurunan tiap tahunnya.

Selengkapnya...
 
SDM Indonesia Masih Minim Skill (AEC Liberalisasi Pasar Tenaga Kerja 12 Sektor)

Jakarta, Jawa Pos Kamis, 27 Maret 2014.
Integrasi ekonomi dalam kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community (AEC) mulai tahun 2015 menawarkan banyak peluang sekaligus tantangan. Salah satu kompetisi ketat yang harus dihadapi Indonesia adalah pasar tenaga kerja.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahmana mengatakan dalam pelaksanaan AEC tahun depan, ASEAN sudah sepakat meliberalisasi pasar tenaga kerja di 12 sektor usaha. “ itu berarti atas tujuh sector perdagangan danindustry serta lima sector jasa (26/3). Armida mengakui, tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM) Indonesia di 12 sektor tersebut masih memiliki kelemahan karena kurangnya ketrampilan atau skill. Apalagi, ada delapan bidang yang sudah masuk Mutual Recognition Arrangements (MRAs), yakni jabatan Insinyur, perawat, surveyor, arsitek, tenaga pariwisata, praktisi medis, dokter gigi dan akuntan.” Artinya sector-sektor tersebut akan disertifikasi kompetensi tenaga kerjanya untuk bisa masuk ke Negara-negara ASEAN, “ katanya.

Selengkapnya...
 
AEC Diyakini Dorong Pertumbuhan Wisata di Atas 10 Persen

Tanggal: 20-03-2014
ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlaku efektif di akhir tahun 2015 berpotensi mendorong pertumbuhan jumlah wisatawan ke Indonesia yang kini masih sekitar 9% per tahun menjadi di atas 10%.“Dengan  diberlakukannya MEA, akan terjadi peningkatan pergerakan manusia di wilayah ASEAN, yang berarti bahwa jumlah wisatawan ke Indonesia dari negara-negara ASEAN akan meningkat juga. ”, kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, Kamis (20/3).

Apalagi dengan adanya rencana pemberlakuan Common Visa untuk ASEAN, dikatakan Menparekraf  akan sangat memudahkan warga asing dari luar ASEAN masuk ke Indonesia, termasuk melalui hubungan hubungan lain seperti Singapura atau Bangkok, maka pihaknya optimistis bahwa akan terjadi akselerasi pariwisata Indonesia.Lebih lanjut dikatakan Menparekraf, terdapat banyak peluang yang dapat diambil dari integrasi perekonomian ASEAN melalui MEA, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selengkapnya...
 
MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaTerakhir

Halaman 1 dari 49

Menu Lain

Quick Link

 

Data Pengunjung

Kami punya 34 tamu online
DINAS TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN
PROVINSI JAWA TIMUR
Jl. Dukuh Menanggal 124-126 - Surabaya
Telp./Fax. : 031-8284078, 8280254
E-Mail : disnakerprovjatim@yahoo.com
- Sebaiknya Menggunakan Browser Mozilla Firefox Dengan Resolusi 1280 x 1024 -