You are here > Home Articles - Ketenagakerjaan Tahun 2013 : Gubernur Optimis Pertumbuhan Ekonomi Jatim Tetap Tinggi
Fri 29 Aug 2014
Tahun 2013 : Gubernur Optimis Pertumbuhan Ekonomi Jatim Tetap Tinggi

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur selama tahun 2012 tercatat sebesar 7,24%, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasioal sebesar 6,3%. Capaian pertumbuhan ekonomi selama 2012 itu,  jadi landasan optimisme Gubernur Jawa Timur (Soekarwo) menempatkan proyeksi 7,5% pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di tahun 2013. Demikian, Gubernur Jatim dalam pengarahan seluruh pejabat Pemerintahan Jawa Timur di hari pertama masuk kerja di Tahun 2013. Ada 5 (lima) Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk pembanguan di Jawa Timur, yaitu Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Disparitas Wilayah dan Indeks Pembanguan Manusia (IPM).Syaratnya, Jawa Timur membutuhkan investasi segar sebesar Rp. 231 triliun. Angka itu bisa mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sampai Rp 1.134 triliun dan meningkatkan pendapatan rata-rata perkapita pertahun jadi Rp. 31 juta.

Bagaimana kondisi pertumbuhan  itu bisa dicapai? Soekarwo menegaskan kuncinya adalah keamanan regional untuk investasi. Selama ini, kata dia, Jawa Timur sudah dikenal reputasinya sebagai lokasi investasi yang prospektif. Tapi diakuinya soal konflik horisontal yang jadi catatan investor, terutama investor asing. Kendati demikian Gubernur menilai konflik itu tidak terlalu destruktif mengakibatkan investor hengkang ramai-ramai. "Memang mulai meningkat suhunya, tapi tidak sampai memanas," kata dia. Hendri Saparini, Phd,2013 dalam seminar economi outlook 2013 mensyaratkan pertumbuhan ekonomi tahun lalu dapat dipertahankan apabil pondasi ekonomi perlu dibangun dengan memperkuat SDM birokrasi dan infrastruktur, pemberdayaan sektor ekonomi kerakyatan dan masyarakat kelas menengah. Pendekatan sektor ekonomi kerakyatan terbukti kuat dan tahan krisis dan penggerak pasar domestik. Sedang pemberdayaan kelas menengah dengan alasan, kelas yang telah memiliki tingkat pendidikan, produktivitas dan pencari kerja muda berpendidikan. Kelas menengah ini, bagi Jatim merupakan dampak ‘bonus demografi’ dimana jika tidak dikelola dengan baik bukan menjadi pendorong produktivitas tapi menjadi beban ekonomi masyarakat.

Sedang Kadisnakertranduk Prov. Jatim (DR. Hary Soegiri, MBA, Msi) dalam riview capain program 2012, menyampaikan pendapatnya bahwa optimisme kondisi ekonomi tahun 2013 dan implikasi di bidang ketenagakerjaan secara umum, diharapkan banyak berdampak pada penciptaan lapangan kerja terutama di sektor industri, kontruksi dan pergudangan serta mendorong  penduduk Jatim bekerja di pekerjaan formal yang lebih layak (decent) dan produktif. Peningkatan jumlah angkatan kerja yang tidak signifikan terhadap peningkatan pekerja, dapat menggambarkan bahwa tahun 2013 adanya tingkat kompetisi diantara angkatan kerja yang semakin ketat. Untuk itu masih diperlukan regulasi, intervensi dan upaya bersama antara masyarakat, terutama Dunia Pendidikan  dan Pemerintah Jawa Timur dalam memerangi pengangguran dan kemiskinan, khususnya dalam hal ketergantungan masyarakat terhadap pekerjaan yang bersifat formal serta untuk peningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

Yang tidak kalah strategisnya adalah, menjaga kondisi hubungan industrial yang kondusif. Untuk itu perlu adanya antisipasi dampak penerapan UMK (Upah Minimum Kab/Kota) terutama bagi sektor padat karya dan pemberlakukan permenakertrans 19 tahun 2012 tentang syarat-syarat penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaa kepada perusahaan lain. Sesuai anjuran Menakertrans, bahwa usulan penangguhan dari perusahaan-perusahaan industri padat karya harus diprioritaskan agar segera dikaji dan diproses dengan tetap melalui mekanisme penangguhan upah yang berlaku. Sektor industri yang perlu mendapat perhatian adalah sektor usaha tekstil, alas kaki dan industri mainan. Kepada perusahaan dan serikat pekerja diharapkan tetap mengedepankan dialog untuk mencapai kesepakatan dalam forum Bipartite di tingkat perusahaan dalam pengajuan penundaan upah minimum (bdr/01/2013)

*) sumber : surabaya.net & pusat humas kemenakertrans

 

Menu Lain

Quick Link

 

Data Pengunjung

Kami punya 33 tamu online
DINAS TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN
PROVINSI JAWA TIMUR
Jl. Dukuh Menanggal 124-126 - Surabaya
Telp./Fax. : 031-8284078, 8280254
E-Mail : disnakerprovjatim@yahoo.com
- Sebaiknya Menggunakan Browser Mozilla Firefox Dengan Resolusi 1280 x 1024 -