You are here > Home Articles - Ketenagakerjaan
Tue 29 Jul 2014
Ketenagakerjaan


Disnakertransduk Jatim Raih Penghargaan LAKIP Kategori B

Selasa, 3 Nopember 2013, Pemerintah Provinsi Jatim memberikan 59 penghargaan atas diselenggarakannya hasil evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) SKPD di lingkungan Pemprov Jatim Tahun 2013, Penilaian unit Pelayanan Publik Percontohan Jatim Tahun 2013 dan Gelar Budaya Kerja tingkat Prov Jatim. Penghargaan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Prov. Jatim Rasiyo mewakili Gubernur Jatim di Empire Palace Surabaya.

Data dari biro pemerintahan, dari 59 penghargaan Lakip, terbanyak SKPD di lingkungan Provinsi Jatim meraih ketegori B sebanyak 39, kategori CC 19 SKPD dan kategori A berjumlah 1 SKPD. Dalam kesempatan ini, Disnakertransduk Prov. Jatim termasuk SKPD kategori B yang diterima oleh Sekretaris Disnakertransduk Prov. Jatim Pujo Iriyanto.

Selengkapnya...
 
Mendesak Tingkatkan Kualitas SDM Jatim Hadapi AEC Tahun 2015

Rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur harus menjadi perhatian semua pihak, Apalagi menghadapi penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau Asean Economy Community (AEC) tahun 2015, peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia harus tidak bisa ditunda, jika Indonesia tidak ingin kebanjiran tenaga kerja asing dari Negara tetangga. Untuk membangun kualitas SDM Jawa Timur yang bisa bersaing secara global, Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi Jawa Timur menggelar seminar pada 13-14 September 2013, Seminar dihadiri para akademisi, pemerintah, dan kalangan dunia usaha serta lembaga sertifikasi profesi dan pelaku lembaga pelatihan di Jawa Timur. Sedangkan nara sumber dalam seminar di Tretes Pasuruan tersebut antara lain Rektor Prof Ida Ayu Brahmasari dan Edy Yuwono Slamet, serta Kadisnakertransduk Jatim Hary Soegiri.

Ketua BKSP Jatim Setio Agustiono mengatakan, seminar tersebut merupakan upaya Jawa Timur menciptakan strategi untuk meningkatkan kualitas SDM, sebagai antisipasi diberlakukannya MEA tahun 2015.” Kami ingin mengajak semua stakeholder untuk membahas bagaimana agar pekerja Indonesia tidak kalah dengan Negara ASEAN, apalagi hanya menjadi penonton di negeri sendiri,”katanya.

Salah satu bahasan penting dalam seminar tersebut adalah mengajak masyarakat, dan pelaku pelatihan kerja dan sekolah/perguruan tinggi untuk berpijak pada kompetensi kerja, yang telah diatur dalam Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Dengan menerapkan standart kompetensi sejak pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan, Perguruan Tinggi, dan lembaga latihan kerja diharapkan tenaga kerja memiliki kemampuan bersaing di pasar global.”Pendidikan dan Pelatihan juga harus selalu berorientasi pengguna. Kemampuan seperti apa yang diminta dunia usaha semestinya menjadi acuan lembaga pendidikan dan pelatihan kerja,”katanya. Untuk memudahkan pelaksanaan standarisasi kopetensi, BKSP Jatim mengajak semua pihak mewujudkan Pusat Koordinasi Uji Kopetensi (PKUK) agar semakin banyak Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) melakukan pengujian. Saat ini sudah terdapat 15 LSP dan sedikitnya 32 Tempat Uji Kopetensi yang direkomendasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala Disnakertransduk Jatim Hary Soegiri mengatakan saat ini masih terjadi kesenjangan kompetensi lulusan pendidikan dengan kopetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Padahal, kesenjangan tersebut menghambat pertumbuhan ekonomi Tanah Air karena dinilai memiliki kualitas sumber daya manusia lebih rendah dibandingkan Negara lain.”Indonesia masih terbentur kesenjangan antara kompetensi lulusan dunia pendidikan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha.”katanya. Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia pada tahun 2006 sesuai Human Development Index/HDI masih di peringkat 108. Namun, Negara tetangga seperti, Singapura di posisi 25, Brunai Darussalam 33, Thailand 72, dan Malaysia 60.

Selengkapnya...
 
Menakertrans RI Buka Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) Nasional di Sidoarjo

Bersama dengan pemerintah Kab Sidoarjo, pemerintah Prov. Jatim serta Fatayat NU, Menakertrans RI akan membuka dan menghadiri Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) Nasional yang dikemas dalam pameran EXPO Perempuan Mandiri di Negeri Sendiri. Tempat pelaksanaan kegiatan tersebut di Suncity Hall Sidoarjo dari tanggal 30 Nopmber s/d 1 Desember 2013. Dalam event tersebut selain diselenggarakan seminar terkait upaya-upaya untuk mendorong masyarakat mengurangi pengangguran juga diselenggarakan pameran multi produk UMKM dan Handycraf unggulan karya komunitas Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) Nasional Kemenakertrans RI, Fatayat NU dan binaan Disnaker kab Sidoarjo serta Provinsi Jawa Timur. (bdr/nop/2013)

 
Jatim Tertinggi Soal Kompeten

SURABAYA -  Jatim boleh berbangga. Sebab, menurut Kemenakertransduk, Jatim merupakan Provinsi dengan angka pekerja yang kompeten ( dari sudut pandang sertifikasi ) paling tinggi. Namun, Pemprov Jatim tak boleh buru – buru menepuk dada. Pasalnya, diantara total 20 juta pekerja di jatim hanya 430.350 yang sudah kompeten.

Hal tersebut terungkap dalam acara Festival Jatim Kompeten 2013 yang dihelat Disanakertransduk Jatim Hotel Meritus kemarin. Hadir dalam acara tersebut, antara lain Dirjen Pelatihan dan Peningkatan Kemenakertrans Abdul Wahab;Ny. Nafsiah Dahlan Iskan, istri Menterio BUMN Dahlan Iskan; Wagub jatim Saifullah yusuf; Ketua Apindo Jatim Alim Markus; dan Kadisnakertransduk Jatim Hary Soegiri.


Sejumlah kepala daerah pun terlihat, misal Bupati Sidoarjo, Syaifullah dan Bupati Gresik, Sambari Halim, selain itu diberikan sekitar 70 penghargaan dari sejumlah kategori mulai industry, peace award (penghargaan untuk kawasan yang hubungan kerja antara serikat pekerja dan pengusaha kondusif) sehingga perusahaan-perusahaan yang berkomitmen tinggi untuk mengkompetenkan pekerjanya, juga dari perguruan tinggi.

Wagub Jatim Syaifullah Yusuf dalam pidatonya menyatakan bahwa kompetensi merupakan hal yang sudah tidak bisa ditawar “apalagi, menjelang pasar bebas ASEAN pada 2015. Harus dibarengi dengan kemampuan dasar,” paparnya.

Bukan Syaifullah Yusuf namanya bila tidak menggelitik ketika mengupas soal UMK dan kondisi yang kondusif di Jatim, Syaifullah pun menirukan tagline dan aksen cadel Alim Markus. ”Kalau pengusaha dan pekerjaannya bisa akur maka kita akan segera” cintailah ploduk-ploduk Indonesia”,” kata Syaifullah dengan nada kocak, Alim pun langsung terpingkal-pingkal dan angkat jempol.

Selain itu, Syaifullah menutup pidatonya dengan cerita lucu. “Tentang guru dan murid. Gurunya membawa dua gelas. Yang satu berisi air putih dan yang satu alcohol masing-masing berisi cacing,” terangnya. Begitu ditunjukkan, seorang murid langsung menyela. “Sudahlah pak, kami tahu bahwa cacing di dalam alcohol mati, hikmahnya adalah kalau mau bebas cacingan minumlah alcohol,“ sela murid dalam cerita Syaifullah yang langsung disambut ger hadirin.

“Begitulah hadirin dan hadirot, itu murid yang sableng namanya. Kenapa ada hadirin dan hadirot, karena hadirin itu yang hadir di dalam (in), sedangkan hadirot (out) itu hadir di luar karena gak kumanan kursi,” katanya yang kembali membuat hadirin makin terpingkal.

Di bagian lain, Kadisnakertransduk Jatim, Hary Soegiri mengatakan bahwa saat ini di Jatim sudah punya 13 lembaga sertifikasi dan sekitar 130 assesor yang sudah memiliki kualifikasi. “Jadi, saya optimis bahwa perkembangan sertifikasi di Jatim nanti lebih baik lagi,” ucapnya. (ano/c10/ib)

Sumber : Jawapos Metropolis
Edisi : Kamis, 28 November 2013

 

 
Festival Jatim Kompeten 2013

Gerakan jatim kompeten telah dicanangkan sejak 20 maret 2012 oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo bertempat di Gedung Jatim expo Surabaya bersama ketua BNSP dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Dan Kependudukan. Pencanangan ini dihadiri langsung oleh Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Muhaimin iskandar. Kegiatan ini merupakan terobosan dan prestasi Jawa Timur menjadi pionir bagi provinsi di Indonesia untuk menyosialisasikan kepada masyarakat  Jawa Timur tentang pentingnya kompetensi disetiap aspek kegiatan dan kehidupan. Hal ini diharapkan menjadi landasan naluri dan budaya masyarakat yang menjadi semangat untuk kompeten di profesinya masing-masing.

Implementasi gerakan Jatim Kompeten telah dilaksanankan dalam berbagai kegiatan dan program seperti, pembentukan dan pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). LSP di Jawa Timur  kini telah berjumlah 13 LSP. Program ini diawali dengan launching LSP Pertanian Nasional, Manajemen Wirausaha dan Produktifitas MERDEKA, KJK Gayatri dan P2K3I. Pembentukan dan pengembangan Tempat Uji Kompetensi (TUK)  di wilayah Jawa Timur yang berlokasi di BLK dan institusi lain yang kini telah berjumlah 28 TUK.

Selengkapnya...
 
MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaTerakhir

Halaman 10 dari 53

Menu Lain

Quick Link

 

Data Pengunjung

Kami punya 16 tamu online
DINAS TENAGA KERJA, TRANSMIGRASI DAN KEPENDUDUKAN
PROVINSI JAWA TIMUR
Jl. Dukuh Menanggal 124-126 - Surabaya
Telp./Fax. : 031-8284078, 8280254
E-Mail : disnakerprovjatim@yahoo.com
- Sebaiknya Menggunakan Browser Mozilla Firefox Dengan Resolusi 1280 x 1024 -